Skip to content
Alargam
Menu
  • Home
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Wisata
  • Ekonomi
  • Gaming
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Sejarah
  • Trending
  • Olahraga
Menu
Mengapa Saat Mengalami Demam Reaksi Tubuh Menjadi Menggigil?

Mengapa Saat Mengalami Demam Reaksi Tubuh Menjadi Menggigil?

Posted on Juli 18, 2026

Tubuh panas, tapi Anda malah meriang dan gigi bergetar. Kedengarannya aneh, padahal ini respons demam yang cukup sering terjadi.

Menggigil saat demam bukan selalu tanda tubuh kalah oleh udara dingin. Sering kali, justru otak sedang menaikkan target suhu agar sistem imun punya kondisi yang lebih baik untuk melawan infeksi. Karena itu, rasa dingin bisa muncul tepat ketika suhu tubuh sedang naik.

Kalau penasaran kenapa hal ini terjadi, jawabannya ada pada sistem imun, hipotalamus, dan kerja otot. Dari situ, baru masuk akal kenapa flu, ISK, pneumonia, sampai demam berdarah bisa bikin seseorang menggigil.

Apa yang sebenarnya terjadi di dalam tubuh saat demam

Demam sangat tinggi, berlangsung lebih dari beberapa hari, disertai sesak napas, leher kaku, kejang, atau terjadi pada bayi kecil perlu dinilai dokter.

Demam bukan sekadar badan panas. Saat virus atau bakteri masuk, sel darah putih melepaskan pirogen endogen, yaitu zat kimia yang memicu respons demam. Sinyal ini mencapai hipotalamus, bagian otak yang mengatur suhu tubuh. Secara fisiologi, ini masuk ke acute phase response, yaitu respons tubuh saat infeksi sedang aktif.

Suhu normal manusia biasanya ada di sekitar 37 C, dengan variasi kecil. Begitu hipotalamus menaikkan set point di atas angka biasanya, tubuh tidak lagi menganggap suhu saat itu cukup hangat. Jadi yang berubah lebih dulu bukan angka di termometer, melainkan target suhu yang dipasang otak.

Saat set point naik, suhu yang tadi terasa biasa bisa mendadak terasa terlalu dingin.

Peran hipotalamus sebagai pengatur suhu tubuh

Bayangkan termostat ruangan dinaikkan dari 24 ke 28 derajat. Ruangan belum langsung hangat, tapi sistem pemanas langsung bekerja. Hipotalamus bekerja dengan logika yang mirip. Ia membaca kondisi darah, menerima sinyal dari kulit, lalu memutuskan apakah tubuh perlu menahan panas atau membuat panas tambahan.

Kalau target baru belum tercapai, hipotalamus mengirim perintah untuk mengurangi pembuangan panas. Pembuluh darah kulit menyempit, keringat berkurang, dan otot disiapkan untuk bekerja lebih keras. Itu sebabnya seseorang bisa merasa kedinginan beberapa menit sebelum demamnya benar-benar tinggi.

Kenapa sistem imun memicu suhu naik

Tubuh tidak menaikkan suhu tanpa alasan. Suhu yang sedikit lebih tinggi bisa menghambat pertumbuhan sebagian virus dan bakteri. Pada saat yang sama, beberapa sel imun juga bekerja lebih aktif saat demam. Gerak sel darah putih ke lokasi infeksi menjadi lebih efektif.

Karena itu, demam ringan sampai sedang sering menjadi bagian dari pertahanan tubuh, bukan sekadar gangguan. Fokus utamanya bukan mematikan semua panas secepat mungkin, tetapi melihat penyebabnya, kenyamanan pasien, dan tanda bahaya yang menyertai.

Kenapa tubuh menggigil saat demam bisa terasa sangat kuat

Menggigil terasa dramatis karena yang bekerja bukan satu atau dua otot. Saat set point naik, hipotalamus mengirim impuls lewat saraf dan sumsum tulang belakang ke banyak kelompok otot sekaligus. Hasilnya adalah kontraksi cepat, pendek, dan berulang. Anda tidak memerintahkannya, tapi tubuh melakukannya otomatis.

Kuncinya sederhana, tubuh sedang mencoba mengejar suhu target yang baru. Selama target itu belum tercapai, rasa dingin bisa tetap terasa meski suhu inti tubuh terus naik.

Otot bekerja ekstra untuk menghasilkan panas

Secara sederhana, menggigil adalah mode pemanas tambahan. Setiap kontraksi otot memakai energi, lalu mengubahnya menjadi panas. Kalau kontraksi terjadi serempak, tubuh seperti mesin yang dipaksa berputar lebih cepat. Karena itu bahu, punggung, paha, sampai rahang bisa ikut bergetar.

Dalam istilah medis, kontraksi ini bersifat involunter. Artinya, Anda tidak bisa menghentikannya hanya dengan “tenang” atau menahan diri. Makanya, orang demam bisa tampak gemetar padahal sedang diam di tempat tidur.

Menggigil juga sering muncul pada fase awal, saat suhu masih menanjak. Termometer mungkin belum menunjukkan angka puncak, tetapi tubuh sudah bekerja keras untuk mencapainya.

Mengapa kulit dan tangan terasa dingin

Banyak orang bingung, “Kalau demam, kenapa tangan malah dingin?” Jawabannya ada pada aliran darah. Saat tubuh ingin mempertahankan panas di bagian inti, pembuluh darah di kulit menyempit. Akibatnya, tangan, kaki, dan permukaan kulit terasa lebih dingin saat disentuh.

Rasa dingin ini nyata, bukan sugesti. Standar suhu tubuh sedang berubah, dan tubuh merespons seolah-olah Anda sedang berada di lingkungan yang lebih dingin. Itu sebabnya meriang bisa datang bersamaan dengan demam yang sedang naik.

Kesalahpahaman sering muncul di sini. Orang lalu membungkus tubuh sangat tebal atau mandi air sangat panas. Padahal yang dibutuhkan adalah kehangatan secukupnya, bukan memerangkap panas berlebihan.

Penyakit dan kondisi yang paling sering memicu demam menggigil

Penyakit yang memicu demam menggigil biasanya adalah infeksi yang membuat suhu naik cukup cepat. Semakin cepat set point berubah, semakin kuat rasa meriang yang muncul. Itu sebabnya dua orang dengan suhu akhir mirip bisa merasakan menggigil yang berbeda.

Pada banyak kasus, penyebabnya tetap infeksi yang umum. Flu musiman, infeksi tenggorokan, atau infeksi saluran kemih sering menjadi sumber keluhan ini.

Infeksi virus yang sering dimulai dengan meriang

Influenza adalah contoh paling klasik. Awalnya badan pegal, kepala berat, meriang, lalu beberapa jam kemudian demam menjadi jelas. Infeksi virus saluran napas lain, termasuk COVID-19 pada sebagian orang, juga bisa memberi pola yang serupa.

Radang tenggorokan, baik karena virus maupun bakteri, sering membuat tubuh terasa dingin dulu sebelum panasnya terasa penuh. Pada anak, fase ini kadang terlihat dari tubuh gemetar, ingin diselimuti, dan tampak lebih rewel atau lemas.

Di Indonesia, demam berdarah dengue juga sering dimulai dengan demam mendadak, badan linu, dan rasa meriang. Pada sebagian kasus, menggigil muncul karena suhu melonjak cepat di awal penyakit. Kuncinya ada pada kecepatan kenaikan suhu dan gejala pendamping.

Di luar saluran napas, infeksi saluran kemih juga sering terlewat. Bila infeksi naik ke ginjal, keluhannya bukan hanya anyang-anyangan, tetapi juga demam tinggi, nyeri pinggang, mual, dan menggigil. Pneumonia juga perlu diingat, karena sering datang dengan demam, batuk, napas cepat, dan badan terasa sangat lemah. Setelah perjalanan ke daerah endemis, malaria juga masuk daftar karena serangannya terkenal dengan pola demam dan menggigil yang kuat.

Kapan menggigil mengarah ke infeksi yang lebih serius

Yang perlu diwaspadai bukan menggigilnya saja, melainkan paket gejalanya. Segera cari pertolongan bila demam disertai:

  • sesak napas, napas cepat, atau bibir kebiruan,
  • leher kaku, bingung, mengantuk berat, atau sulit dibangunkan,
  • nyeri dada, nyeri perut hebat, atau nyeri pinggang yang tajam,
  • muntah terus, kejang, ruam perdarahan, atau tanda dehidrasi,
  • kondisi yang memburuk cepat dalam beberapa jam.

Pola seperti ini bisa muncul pada pneumonia berat, meningitis, infeksi ginjal, dengue berat, atau infeksi yang menyebar lebih luas. Bayi di bawah 3 bulan, lansia, ibu hamil, dan orang dengan daya tahan tubuh rendah perlu lebih cepat diperiksa.

Cara meredakan menggigil saat demam dengan aman di rumah

Perawatan di rumah bisa membantu, asalkan langkahnya benar. Tujuannya ada tiga, membuat tubuh lebih nyaman, mencegah kekurangan cairan, dan memantau apakah gejalanya masih wajar. Kalau menggigil datang bersama demam ringan sampai sedang, pendekatan sederhana sering sudah cukup.

Istirahat tetap penting karena tubuh sedang mengalihkan energi untuk melawan infeksi. Ruangan juga tidak perlu terlalu dingin atau terlalu panas. Makanan lembut, kuah hangat, dan porsi kecil biasanya lebih mudah diterima saat badan meriang.

Apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan

Gunakan panduan ini saat menggigil muncul di rumah:

Yang membantu Yang sebaiknya dihindari
Minum air putih, oralit, sup, atau teh hangat Mandi air es atau kompres es
Memakai pakaian nyaman, tipis, lalu tambah selimut ringan bila perlu Membungkus tubuh terlalu tebal sampai berkeringat berlebihan
Kompres air hangat di dahi, ketiak, atau lipat paha Alkohol gosok pada kulit
Istirahat dan cek suhu berkala Tetap kerja berat atau olahraga

Kompres hangat lebih masuk akal daripada es, karena kulit tidak “kaget”. Air yang terlalu dingin bisa memicu tubuh merasa makin dingin, lalu menggigil makin keras. Menimbun panas dengan selimut tebal juga bisa bikin suhu sulit turun.

Cairan jangan dilupakan. Saat demam, tubuh kehilangan air lebih cepat lewat napas dan keringat. Urine yang makin pekat atau buang air kecil yang makin jarang adalah tanda bahwa hidrasi perlu dikejar.

Kapan obat demam perlu dipertimbangkan

Obat penurun demam dipakai untuk mengurangi rasa tidak nyaman, bukan untuk menghapus semua demam. Banyak orang mulai mempertimbangkannya saat suhu 38 C atau lebih, atau ketika badan pegal, sakit kepala, dan menggigil membuat istirahat jadi sulit.

Pilihan yang umum adalah parasetamol atau ibuprofen, selama tidak ada kontraindikasi dan aturan pakai diikuti. Di pasaran, contohnya Panadol untuk parasetamol, serta Brufen atau Nurofen untuk ibuprofen. Baca dosis di kemasan, lalu sesuaikan dengan usia. Pada anak, berat badan sering jadi acuan yang lebih tepat.

Aspirin bukan pilihan untuk anak karena risiko sindrom Reye. Jika demam tak turun, obat perlu diulang terlalu sering, atau pasien sulit minum dan tampak makin lemas, pemeriksaan langsung lebih aman daripada terus menunggu di rumah.

Yang perlu diingat

Tubuh bisa terasa seperti masuk freezer, padahal termometer sedang naik. Menggigil saat demam terjadi karena hipotalamus menaikkan set point suhu, lalu otot dipaksa bekerja untuk menghasilkan panas.

Karena itu, menggigil bukan hal aneh dan tidak selalu berbahaya. Yang perlu dipantau adalah pola demamnya, penyebab yang mungkin mendasari, dan gejala berat yang ikut muncul.

Pos-pos Terbaru

  • Ketahui Cara Memilih Ban Mobil Sesuai Kebutuhan dengan Tepat
  • Sejarah Uang dan Sistem Perdagangan: Barter hingga Digital
  • Apa Perbedaan PC Gaming dengan Console Gaming di Tahun 2026
  • Mengapa Saat Mengalami Demam Reaksi Tubuh Menjadi Menggigil?
  • Ini Dia Bagaimana Cashback Dapat Mengubah Keputusan Konsumen

ALARGAM

Alargam merupakan situs penyedia informasi dan berita bermanfaat yang berguna untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan. Baca terus artikel dan informasi menarik hanya di blog ini.

LOREM IPSUM

  • Kebijakan Privasi
  • Kontak Kami

Alamat

Jl. Menur Pumpungan, Menur Pumpungan, Kec. Sukolilo, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia

Kode Pos: 60118

Email: admin@alargam.com

©2026 Alargam