Mobil hybrid merupakan kendaraan yang menggunakan dua atau bisa juga lebih sumber tenaga. Misalnya kombinasi bensin dengan motor listrik.
Teknologi ini memungkinkan konsumsi bahan bakar menjadi lebih efisien dan menekan emisi gas buang.
Perawatannya pun mirip dengan mobil pada umumnya atau mobil konvensional. Bagaimana cara perawatan mobil hybrid yang tepat? Berikut informasinya untuk Anda.
Merawat Mobil Hybrid dengan Tepat

Walaupun perawatannya mirip dengan mobil konvensional, tetapi tetap membutuhkan perawatan khusus. Berikut beberapa perawatan tetap untuk mobil hybrid:
1. Pengecekan Rutin pada Rem Regeneratif
Sistem pengereman mobil hybrid berbeda dengan mobil lainnya. Fungsinya tidak hanya untuk memperlambat kendaraan, pengereman tersebut juga berfungsi untuk mengubah energi kinetik menjadi listrik agar dapat mengisi baterai.
Itulah mengapa brake pad dari mobil hybrid umumnya lebih awet. Walaupun awet, Anda tetap harus melakukan pengecekan secara rutin.
Terutama pada bagian sistem kontrol elektronik dan sensor roda. Tujuannya memastikan bahwa fungsi dari regeneratif berjalan secara optimal.
2. Menghindari Overcharging pada Baterai
Mengisi baterai secara berlebihan bisa menyebabkan degradasi pada sel baterai terjadi lebih cepat. Akhirnya seiring berjalannya waktu kapasitas penyimpanan energi menurun.
Anda juga perlu menghindari meninggalkan mobil hybrid dengan baterai penuh terlalu lama. Apalagi pada area dengan suhu tinggi.
Anda perlu membiasakan mengisi daya yang sesuai dengan kebutuhan dan mengikuti panduan pengisian dari pabrik mobil hybrid Anda.
3. Mengisi Bahan Bakar Sesuai Standar Pabrik
Umumnya bahan bakar yang digunakan untuk mobil hybrid berbeda dengan bahan bakar mobil konvensional.
Maka dari itu, penting untuk mencari tahu bahan bakar yang sesuai anjuran pabrik. Tindakan tersebut akan menjaga performa dari mesin dan juga baterai mobil hybrid Anda.
4. Jangan Mencuci Mesin Mobil Hybrid
Untuk mobil konvensional, mungkin mencuci ruang mesin menjadi hal biasa. Namun tidak untuk mobil hybrid.
Mencuci sembarangan pada area mesin bisa merusak kelistrikan. Anda cukup membersihkan ruang mesin menggunakan lap tidak basah secara berlebihan. Basuh saja area yang kotor.
Hindari penggunaan air bertekanan untuk menyemprot area ruang mesin. Tujuannya agar mesin tidak korsleting.
5. Hindari Mengutak-Atik Baterai
Anda tidak boleh melakukan modifikasi, membongkar, hingga mengutak-atik baterai dari mobil hybrid. Alasannya tindakan tersebut bisa merusak baterai maupun komponen mobil lainnya.
Sehingga mobil pun tidak bisa Anda gunakan dan harus merogoh kocek dalam agar bisa memperbaikinya.
6. Menghindari Genangan Banjir
Mobil jenis apapun sebaiknya menghindari banjir, termasuk mobil hybrid. Banjir bisa menyebabkan sistem elektronik pada mobil mengalami kerusakan. Salah satunya baterai.
7. Melakukan Servis pada Bengkel Mobil Hybrid Resmi
Mobil hybrid mempunyai sistem yang lebih kompleks daripada mobil lain. Sehingga Anda mungkin tidak bisa melakukan servis di bengkel biasa. Anda perlu ke bengkel khusus mobil hybrid.
Di sana terdapat alat pemindai khusus yang memungkinkan pembacaan kondisi inverter, baterai, dan software ECU. Servis secara berkala di bengkel resmi akan memastikan bahwa komponen bekerja berdasarkan standar.
8. Merawat Kondisi Baterai Mobil
Mobil hybrid beroperasi menggunakan sistem baterai. Sehingga komponen tersebut wajib Anda rawat. Apabila Anda membeli mobil hybrid bekas, maka Anda perlu cek ketahanan dari baterai.
Anda bisa melakukan pengecekan di dealer resmi. Pihak dealer akan melakukan scanning kesehatan baterai.
Umumnya penurunan kinerja terjadi saat mobil sudah berusia ke-10. Penggantian baterai mobil sendiri sangat mahal. Mencapai puluhan juta.
Merawat mobil hybrid dengan tepat akan mampu menjaga kinerjanya. Pastikan Anda mengikuti tips perawatan di atas agar mobil hybrid Anda selalu dalam kondisi sehat.




