Perubahan besar terjadi di sepak bola nasional. Musim 2025/2026 menandai era baru setelah Liga 1 resmi berganti nama menjadi BRI Super League. Tidak hanya nama, operator dan sistem pengelolaan Liga Indonesia ini juga ikut berubah.
Bagaimana ini bisa terjadi dan apa keuntungannya dengan adanya pergantian nama ini? Artikel ini akan membahasnya untuk Anda.
Liga Indonesia: Liga 1 Resmi Berganti Nama Jadi BRI Super League

Rebranding ini diumumkan pada musim 2025/2026. Liga 1 yang telah berjalan sejak 2017 kini hadir dengan nama baru yaitu Super League atau BRI Super League.
Perubahan ini bukan sekadar pergantian label, tetapi langkah strategis untuk menaikkan kelas liga agar lebih kompetitif di tingkat regional maupun internasional.
1. Operator Kompetisi Berganti: Dari PT LIB ke I-League
Selain nama liga, perubahan besar juga terjadi pada operator kompetisi. Jika sebelumnya semua penyelenggaraan dikelola oleh PT Liga Indonesia Baru (LIB), kini operator resmi berganti menjadi I-League.
Pergantian ini dilakukan untuk menciptakan tata kelola yang lebih modern, transparan, dan selaras dengan standar industri olahraga global.
2. Transformasi Menyeluruh, Bukan Sekadar Nama
Rebranding nama di Liga Indonesia pada tahun ini meliputi banyak aspek, antara lain:
- Penyegaran identitas visual (nama + logo baru)
- Modernisasi manajemen dan sistem kompetisi
- Peningkatan inovasi digital untuk memperbaiki pengalaman suporter
- Dorongan komersialisasi agar liga semakin menarik bagi sponsor
Tujuan akhirnya adalah membangun liga yang stabil, profesional, dan punya daya saing tinggi di Asia.
3. Liga 2 Juga Ikut Rebranding Menjadi Pegadaian Championship
Transformasi tidak hanya terjadi di kasta tertinggi. Liga 2 resmi berubah menjadi Pegadaian Championship, mengikuti konsep rebranding menyeluruh dari struktur liga Indonesia.
Perubahan ini diharapkan dapat meningkatkan eksposur kompetisi kasta kedua sekaligus memperkuat piramida sepak bola nasional.
4. Peluncuran Resmi Dihadiri Tokoh Penting Sepak Bola Nasional
Peresmian Super League dilakukan pada November 2025 di Jakarta. Acara ini dihadiri figur penting seperti:
- Erick Thohir, Ketua Umum PSSI
- Ferry Paulus, Direktur Utama I-League
- Perwakilan klub, sponsor, dan stakeholder sepak bola nasional
BRI sebagai sponsor utama menegaskan komitmennya untuk mendukung pengembangan talenta lokal dan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sepak bola.
5. “Super League” Bukan Nama Baru dalam Sepak Bola Indonesia
Secara historis, nama Super League pernah digunakan pada periode 2008–2015 melalui Indonesia Super League (ISL).
Setelah ISL diganti menjadi Liga 1 pada 2017, kini liga kembali mengusung nama bertema “Super League” sebagai bentuk penyegaran dan penegasan identitas profesional.
6. Rebranding Ketiga Sejak 1994
Jika ditarik ke belakang, rebranding ini menjadi pergantian nama liga profesional ketiga sejak era modern sepak bola Indonesia. Berikut kilas baliknya:
- Liga Indonesia (1994–2007)
- Indonesia Super League (ISL) (2008–2015)
- Liga 1 (2017–2025)
- Super League (2025–sekarang)
Perubahan ini menegaskan bahwa kompetisi Indonesia terus beradaptasi mengikuti perkembangan industri olahraga.
7. Dampak Positif yang Diharapkan
Beberapa manfaat dari rebranding Super League yang diharapkan oleh stakeholder, antara lain:
- Peningkatan daya saing klub di level Asia
- Peluang sponsor dan komersial yang lebih luas
- Pengelolaan liga yang lebih profesional
- Pengalaman menonton yang lebih modern
- Brand sepak bola Indonesia lebih mudah dikenali secara global
Rebranding Liga 1 menjadi Super League menjadi langkah besar menuju liga yang lebih profesional, modern, dan siap bersaing di era industri sepak bola terbaru.
Musim 2025/26 juga dijanjikan lebih dinamis dan kompetitif. Baik itu dalam segi permainannya maupun pengalaman suporter Liga Indonesia.




